Marak Merokok di Usia Dini, Senator Fahira Usul E-KTP Sebagai Syarat Beli Rokok

  • Bagikan
Fahira Idris

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes, dan Sentra Informasi Keracunan Nasional (Sikernas) BPOM menyatakan, terdapat tiga dari empat orang mulai merokok di usia kurang dari 20 tahun.

2013 lalu, prevalensi perokok anak mencapai 7,20 persen dan kemudian naik menjadi 8,80 persen pada 2016. Berikutnya angkanya mencapai 9,10 persen pada 2018 dan sebanyak 10,70 persen pada 2019.

Jika tidak dikendalikan, bukan tidak mungkin revalensi perokok anak akan meningkat hingga 16 persen pada 2030.

Menanggapi hal itu, Anggota DPD RI dari Provinsi DKI Jakarta Fahira Idris, menyarankan E-KTP dijadikan syarat beli rokok.

"Kenapa prevalensi perokok anak terus meningkat? Karena akses mereka mendapatkan rokok begitu mudah di negeri ini. Selama ada uang mereka bisa beli rokok di mana saja dan kapan saja. Kenapa celah ini tidak kita tutup," ujar Fahira pada unggahan twitternya, @fahiraidris.

Pengusaha parsel dan bunga itu memberikan usul, terbitkan aturan yang bersifat nasional misalnya peraturan pemerintah yang bisa juga dikuatkan aturan daerah yang menjadikan E-KTP sebagai syarat membeli rokok.

"Sehingga anak-anak tidak mudah mengakses rokok," ujar Senator Fahira.

Tambah Fahira, semua toko baik supermarket swalayan, minimarket, kelontong, sampai kaki lima harus menaatinya. Jika melanggar diberi sanksi tegas penutupan atau denda. Aturan seperti ini jamak dilakukan di luar negeri.(Muhsin/fajar)

  • Bagikan