Polri Harus Dengar! Jokowi Sampai Empat Kali Ulang Kalimat Tegas Soal Kasus Brigadir J

  • Bagikan
Presiden Jokowi saat berada di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa, 9 Agustus 2022.-ist-fin.co.id

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membuat pernyataan terkait kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Untuk keempat kalinya Jokowi kembali menegaskan kasus kematian Brigadir J harus diungkap tuntas.

Jokowi menyebut jangan ada yang ditutup-tutupi dan ungkap hingga tuntas apa adanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa, 9 Agustus 2022.

Ditegaskan Jokowi, pengusutan kasus kematian Brigadir J harus tuntas.

Tujuannya agar tidak merusak citra dan kepercayaan Polri di hadapan publik.

"Ungkap kebenaran apa adanya sehingga jangan sampai menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Itu yang paling penting, citra Polri apa pun tetap harus kita jaga," katanya.

Hingga kini penyidik baru menetapkan dua orang tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir J, yakni Bharada E dan Brigadir Ricky Rizal (RR).

Keduanya disangkakan lakukan pembunuhan berencana dari Pasal 340 juncto Pasal 338 jo. Pasal 351 ayat (3) jo. Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

"Sejak awal 'kan saya sampaikan, sejak awal saya sampaikan usut tuntas. Jangan ragu-ragu. Jangan ada yang ditutup-tutupi, ungkap kebenaran apa adanya," tegasnya.

Peringatan Jokowi terkait kasus tewasnya Brigadir J terhitung telah dilakukan olehnya sebanyak empat kali.

Pertama, di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Subang, Jawa Barat pada 12 Juli 2022 lalu.

Kedua diucapkan Jokowi saat bertemu dengan pimpinan redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta sehari berselang.

  • Bagikan