Anies Baswedan Tak Beri Ampun Pegawai Barbar, Pemecatan Seketika dan Diserahkan kepada Penegak Hukum

  • Bagikan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

FAJAR.CO.ID, KEMANG - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara soal viralnya video petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang memukul wanita berinisial E.

Pemprov DKI Jakarta memberikan pendampingan hukum dan kesehatan kepada korban penganiayaan.

"Korban sudah kami lindungi dan diberikan pendampingan kesehatan, psikologis, dan hukum," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta, Rabu.

Menurut Anies, tindakan Zulfikar, oknum petugas PPSU itu merupakan aksi brutal dan barbar. Pihaknya​​​​​ tidak menoleransi kekerasan tersebut terjadi di lingkungan Pemprov DKI.

"Tidak ada ruang bagi kekerasan dan pelecehan di seluruh lingkungan kerja Pemprov DKI Jakarta, dan hukumannya adalah pemecatan seketika dan diserahkan kepada pihak berwajib," kata Anies.

Pemprov DKI langsung memecat oknum personel PPSU itu dan menyerahkan kepada polisi untuk diusut. Anies menyarankan masyarakat untuk mencegah kekerasan apabila melihat langsung peristiwa itu.

Dia juga meminta masyarakat yang melihat kekerasan untuk melaporkan melalui layanan telepon 112.

"Bila khawatir keselamatan atau memperburuk keadaan, silakan foto atau rekam dan laporkan pada yang berwenang atau hubungi Jakarta Siaga 112," katanya.

Sebelumnya, beredar video penganiayaan oleh oknum petugas PPSU terhadap petugas PPSU lainnya yang viral di media sosial. Kasus penganiayaan tersebut diketahui terjadi di Jalan Kemang Dalam VI, Kelurahan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

  • Bagikan