Bongkar Kedok Sambo, PKS Desak Polri Buka Lagi Kasus Tewasnya 6 Laskar FPI di KM 50

  • Bagikan
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengapresiasi sikap Presiden Jokowi yang sampai empat kali mengultimatum Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas kasus kematian Brigadir J, juga dukungan pada Kapolri Jendral Sigit Listyo Prabowo yang menegaskan komitmennya untuk tuntaskan kasus tewasnya Brigjend J.

Hidayat menyatakan demi menjaga citra Polisi serta tegaknya hukum dan keadilan, Ia berharap perlakuan yang sama dilakukan terhadap kasus KM 50 terkait terbunuhnya sejumlah laskar Front Pembela Islam (FPI).

Apalagi kedua kasus ini sama-sama mendapatkan perhatian yang tinggi dari Publik, apalagi Kapolri juga pernah sampaikan komitmennya untuk serius usut kasus-kasus yang mendapat perhatian yang tinggi dari masyarakat, dan untuk usut tuntas kasus KM 50 sesuai temuan/laporan KomNas HAM.

“Semakin terkuaknya bukti-bukti dan kejanggalan-kejanggalan terkait dibunuhnya Brigadir J, maka saya mendukung Kapolri untuk mengusut tuntas kasus ini. Hal ini juga momentum untuk mengembalikan kepercayaan publik, juga untuk melanjutkan komitmen Kapolri untuk usut tuntas kasus KM 50 terkait unlawful killing terhadap beberapa laskar FPI, sesuai yang dilaporkan oleh KomNasHAM,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (10/8).

HNW sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pengusutan secara tuntas terhadap dua kasus yang menarik perhatian publik tersebut sangat penting, selain untuk mengembalikan citra positif Polri, serta terutama demi tegaknya hukum dan keadilan.

Karena NKRI, sesuai Konstitusi adalah Negara Hukum, yang akui HAM, Keadilan dan Kedaulatan Rakyat. Ia menuturkan memang kasus KM 50 sudah dibawa ke pengadilan, dan dua terdakwa dari kepolisian divonis bebas oleh pengadilan, tetapi banyak kejanggalan yang dirasakan oleh banyak pihak, sebagaimana kejanggalan-kejanggalan di awal kasus tewasnya Brigjend J, yang ternyata kemudian terkuak temuan-temuan yang berbeda dengan ekspos di awalnya, bahkan mengkoreksinya.

  • Bagikan