Bruce Michael Alberts: Pemerintah Indonesia Tidak Mendukung Sains

  • Bagikan
Bruce Michael Alberts (tengah) saat konferensi pers penganugerahan Doctor Honoris Causa, Makassar (10/8/2022).

FAJAR.CO.ID -- Bruce Michael Alberts, ahli biokimia terkemuka University of California, San Francisco, Amerika Serikat menyebut pemerintah Indonesia tidak mendukung sains.

“Tantangan terbesar di Indonesia, yaitu pemerintah tidak mensuport sains sebagaimana seharusnya,” cetus Bruce saat konferensi pers, Rabu (10/8/2022).

Saintis yang telah mengoleksi 17 Doctor Honoris Causa dari berbagai perguruan tinggi di dunia ini bilang, tidak didukungnya sains oleh pemerintah berimbas pada ilmuwan yang terbelenggu.

“Ilmuwan tidak bisa bermimpi besar, tidak bisa berimajinasi, dan melakukan sesuatu yang fundamental.”

“Misalnya pemberian dana untuk riset hanya satu tahun. Kemudian dalam satu tahun itu tidak mempublikasi. Sains seharusnya tidak dilakukan seperti itu,” lanjut pria kelahiran Chicago Amerika Serikat itu.

Jika terus dibiarkan seperti itu, Bruce mengatakan ilmuwan Indonesian akan terus melakukan sesuatu yang tidak penting, dan akhirnya tidak berani bermimpi besar.

Mantan Presiden National of Sciences (NAS) ini juga bercerita mengenai lembaganya. Ia bilang, NAS sangat dihormati di Amerika Serikat, mereka sering membuat laporan dan memberi saran kepada pemerintah, dan itu didengar dan dihormati. Berbeda dengan di Indonesia, ia mengaku tidak melihat hal itu.

“Politisi itu kan beda profesinya. Jadi mereka itu harusnya mendengarkan para ilmuwan. Mereka tidak ketahui bagaimana sains bekerja. Sehingga informasi seperti itu datang dari Ilmuwan. Sayangnya di Indonesia itu tidak terjadi,” kritiknya.

  • Bagikan