UMKM di Jawa Timur Capai 9,78 Juta, Butuh Bimbingan untuk Jadikan Flatform Digital Pendukung Bisnis

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, SURABAYA -- Berdasar data Dinas Koperasi dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah), kontribusi Koperasi dan UKM terhadap perekonomian Jawa Timur mencapai 57,81 persen pada 2021. Angka itu menunjukkan bagaimana UMKM berperan penting dalam pertumbuhan perekonomian Jawa Timur.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur, Andromeda Qomariah menjelaskan, Jawa Timur menyimpan potensi perekonomian digital yang sangat besar. Sektor usaha di Jawa Timur didominasi UMKM.

“Berdasar sensus ekonomi dan sensus pertanian, total terdapat 9,78 juta UMKM di Jawa Timur, baik sektor pertanian maupun non pertanian. Dilihat dari aspek tenaga kerja, berdasar data BPS, sebanyak 62 persen tenaga kerja bergerak di sektor informal,” kata Andromeda, Rabu (10/8).

Meski demikian, Andromeda mengaku, sebagian besar UMKM membutuhkan bimbingan untuk bisa menjadikan platform digital sebagai pendukung pertumbuhan bisnis.

“Jawa Timur memang daerah yang memiliki potensi pertumbuhan perekonomian digital, oleh sebab itu Lazada menjadikan Jawa Timur sebagai tujuan strategis program pemberdayaan ekosistem di Lazada melalui Gerakan AKAR Digital Indonesia,” ujar Andromeda Qomariah.

Gerakan AKAR Digital Indonesia adalah inisiatif pemberdayaan menyeluruh yang bertujuan untuk memberdayakan seluruh talenta yang ada di ekosistem Lazada. Termasuk para penjual UMKM, pelanggan e-commerce, serta pekerja logistik dan mitra kurir (frontliner).

Sejak diluncurkan tahun lalu melalui kolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM. Selain go digital, logistik menjadi tantangan yang dihadapi UMKM. Salah satu penyedia logistik adalah e-commerce Lazada yang menyediakan program Lazada Logistics.

  • Bagikan