Kawasan Tanpa Rokok di Kota Surabaya, Eri Cahyadi Tegaskan Termasuk Mengisap Rokok Elektrik

  • Bagikan
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA - Penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Surabaya berlaku pula bagi masyarakat yang mengisap rokok elektrik atau yang biasa disebut dengan vape.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan asap yang dikeluarkan dari rokok elektrik juga sama dengan rokok pada umumnya.

"Jadi, sama saja kan rokok itu karena asapnya. Vape ya ada asapnya, juga tidak semua orang suka. Berarti ada tempat-tempat yang memang tidak boleh mengisap rokok maupun vape," kata Eri, Rabu (10/8).

Maka dari itu, Eri meminta penerapan KTR untuk disosialisasikan secara masif kepada masyarakat. "KTR sudah jalan. Beberapa titik kemarin sudah disepakati memang tidak boleh ada orang merokok, seperti di mikrolet," ujarnya.

Untuk masyarakat yang melanggar KTR, mereka akan diberikan sanksi.

“Sanksinya diberikan secara bertahap. Pertama, melalui teguran dan peringatan. Ketika melanggar kembali, akan dikenakan denda yang sudah ditetapkan,” tutur Eri.

Masyarakat akan dikenakan sanksi perorangan berupa denda administrasi sebesar Rp 250 ribu dan atau paksaan kerja sosial.
Adapun bagi instansi/pelaku usaha akan diberikan sanksi mulai teguran tertulis, penghentian sementara kegiatan, denda administrasi Rp 500 ribu hingga dengan Rp 50 juta, bahkan pencabutan izin.

"Dendanya sudah ditetapkan sama temen-teman (dinas) cuman ini kami memang sosialisasikan dahulu, jangan kaget tiba-tiba denda begitu," ujar Eri.

Eri mengatakan penerapan denda akan dilaksanakan pada pekan depan atau akhir bulan “Kami pastikan denda itu bisa jalan,” katanya Eri berpesan jika nanti masyarakat memang terjaring razia harus bisa menghormati dan menerima.

  • Bagikan