KPK Limpahkan Surat Dakwaan Vice Presiden Summarecon Agung Oon Nusihono ke Pengadilan Tipikor

  • Bagikan
Ilustrasi KPK.--Istimewa

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan surat dakwaan Vice President (VC) Real Estate PT Summarecon Agung (SMRA) Oon Nusihono ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jogjakarta.

Oon Nusihono bakal segera diadili atas perkara dugaan suap izin Apartemen Royal Kedhaton di Jogjakarta yang menjeratnya sebagai tersangka.

“Hari ini Tim Jaksa telah selesai melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan terdakwa Oon Nusihono ke Pengadilan Tipikor pada PN Jogjakarta,” kata pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (11/8).

Ali menyampaikann, penahanan Oon Nusihono kini menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor Jogjakarta. Saat ini, jaksa penuntut umum (JPU) KPK masih menunggu waktu persidangan dari PN Jogjakarta.

“Tim Jaksa selanjutnya masih menunggu penetapan penunjukkan Majelis Hakim dan penetapan hari sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan,” ucap Ali.

Dalam kasusnya, KPK telah menetapkan mantan Wali Kota Jogjakarta Haryadi Suyuti sebagai tersangka kasus dugaan suap izin mendirikan bangunan (IMB) di Pemerintah Kota Jogjakarta. Dia menyandang status tersangka, karena diduga menerima suap dari Vice President Real Estate PT Summarecon Agung Tbk, Oon Nasihono.

KPK juga menetapkan, Kepala Dinas Penanaman Modal Pemkot Jogjakarta, Nurwidhihartana dan Sekretaris Pribadi Wali Kota Jogja, Triyanto Budi Yuwono sebagai tersangka. Keduanya merupakan tersangka penerima suap.

Dalam konstruksi perkara, sekitar tahun 2019, Oon Nasihono selaku Vice President Real Estate PT SA Tbk melalui Direktur Utama PT. Java Orient Property (JOP) Dandan Jaya K mengajukan izin mendirikan bangunan (IMB), yang mengatasnamakan PT JOP. Diketahui, PT JOP merupakan anak usaha dari PT Summarecon Agung Tbk.

  • Bagikan