Mantan Bupati NI Putu Eka Wiryastuti Dituntut 4 Tahun, dan Hak Politiknya Dicabut Selama Lima Tahun

  • Bagikan
Sidang tuntutan mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

FAJAR.CO.ID, DENPASAR -- Mantan Bupati Tabanan dua periode, NI Putu Eka Wiryastuti dituntut tim jaksa penuntut umum (JPU) KPK dengan hukuman penjara selama 4 tahun pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Denpasar, Kamis (11/8).

Selain itu, tim JPU pada majelis hakim yang diketuai Nyoman Wiguna, tim JPU meminta agar terdakwa Wiryastuti dikenai pidana denda sebesar 110 juta. “Apabila sampai putusan berkekuatan hukum tetap sedan belum dibayarkan maka diganti dengan hukuman kurungan selama 3 bulan,” jelas tim JPU dalam tuntutannya.

Terkait dengan hak politik, Tim JPU juga meminta agar hak politik terdakwa dicabut selama lima tahun. Tuntutan ini disebut tim penasihat hukum terdakwa Wiryastuti mengada-ada. Pasalnya, jaksa membuktikan pasal 5 yakni tentang penyuapan. “Suap itu ada ijab kabul, sedangkan Eka sendiri tidak mengenal Yaya Purnomo tidak ada interaksi,” sebut Gede Wija Kusuma, kordinator PH Wiryastuti.

Kembali ke sidang, jaksa menyebut perbuatan terdakwa menyuap Yaya Purnomo dan Rifa Surya keduanya PNS Kemenkeu dilakukan bersama sama dengan Dewa Nyoman Wiratmaja (berkas terpisah). Perbuatan ini ditegaskan jaksa telah terbukti melanggar

pasal 5UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana dirubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2021 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto pasal 64 ayat 1 KUHP. “Terdakwa Eka dan Dewa bersama sama melakukan perbuatan hanya beda peran, Eka yang menyuruh sedangkan Dewa yang menyerahkan,”tegas jaksa Wahyu Prayitno dari KPK.

  • Bagikan