Sentil Pernyataan Komjen Agus, Bonnie Triyana: Tugas Polisi Bukan Menjaga Perasaan

  • Bagikan
Bonnie Triyana

FAJAR.CO.ID -- Bonnie Triyana, Pemimpin redaksi majalah sejarah popular pertama di Indonesia, Majalah Historia, merasa terundang untuk memberikan pandangannya terkait pernyataan Komjen Agus.

Dikutip dari unggahan twitternya, @BonnieTriyana (11/8/2022), jebolan Universitas Diponegoro itu menegaskan tugas polisi yang seharusnya mengungkap kejahatan ke publik.

"Tugas polisi mengungkap kejahatan kepada publik demi kewarasan republik. Bukan menjaga perasaan orang-orang yang terlibat kejahatan," ujar sejarawan itu.

Sebagaimana diketahui, Komjen Agus mengaku penyidik tidak akan mengumumkan motif kasus pembunuhan Brigadir J. Alasannya, untuk menjaga perasaan semua pihak. Ada pun penyidik berharap akan terbuka sendiri nantinya saat persidangan.

"Untuk menjaga perasaan semua pihak, biarlah jadi konsumsi penyidik dan nanti mudah-mudahan terbuka saat persidangan," kata Agus kepada wartawan, Kamis (11/8/2022).

Sampai saat ini, Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J. Selain Ferdy Sambo, tiga tersangka lainnya yaitu Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan KM.

Sambo, Bripka RR, dan KM dijerat Pasal 340 terkait pembunuhan berencana subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP. Sementara Bharada E dijerat Pasal 338 tentang pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP.

Polisi menyebutkan Sambo otak pembunuhan dan sutradara skenario seolah-olah terjadi tembak-menembak. Sambo melepaskan beberapa kali tembakan ke dinding menggunakan senjata api milik Brigadir Yosua. (Muhsin/Fajar)

  • Bagikan