Temuan Penelitian pada Pasien Cacar Monyet, Ini yang Dialaminya

  • Bagikan
Ilustrasi. (int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah penelitian mengungkapkan bagaimana perjalanan seseorang tertular penyakit cacar monyet atau monkeypox. Seorang pasien mengalami ruam yang memburuk dalam kurun waktu 5 hari sehari setelah berhubungan seksual.

Dalam sebuah penelitian, para peneliti menggambarkan kasus seorang pasien berusia 26 tahun dengan cacar monyet. Pasien adalah seorang pelaku seks berganti-ganti, laki-laki homoseksual dengan riwayat sifilis sebelumnya dan profilaksis pra pajanan untuk human immunodeficiency virus (HIV).

Seperti dilansir dari News Medical, Kamis (11/8), pasien mengunjungi ruang gawat darurat (UGD) karena ruam yang semakin memburuk di sekitar mulut dan lidah, yang dimulai 5 hari sebelumnya. Subjek melaporkan melakukan hubungan seksual tanpa pengaman sehari sebelum gejala muncul.

Keesokan harinya ia terbangun dengan luka di wajah, lidah, dan sekitar mulut. Lesi memburuk sehari kemudian, dan subjek mengalami demam ringan.

Setelah mencari perawatan, pasien diberi resep nistatin, dan Valtrex untuk dugaan infeksi virus herpes simpleks (HSV). Gejala memburuk meskipun pengobatan sedang berlangsung.

Jumlah lesi (ruam atau luka) meningkat, dan subjek mengalami sakit tenggorokan, sensasi terbakar di mulut, lidah bengkak, dan kesulitan menelan makanan padat. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi oral dan perioral seperti cacar umbilikasi multipel, dengan sariawan mulut dan limfadenopati teraba di leher.

Pemeriksaan jantung mengungkapkan takikardia dan irama teratur. Beberapa kelenjar getah bening diidentifikasi dalam computed tomography kepala/leher dengan kontras. Tidak ada bukti pembengkakan jaringan lunak di epiglotis, laring, atau orofaring.

  • Bagikan