Tingkatkan Produktivitas, Kementan Pastikan Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran, BSN Wajibkan Ber-SNI

  • Bagikan
Mentan SYL (kedua dari kiri) melakukan kunjungan ke PT Pupuk Kaltim.(DOK. Pupuk Indonesia)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Ancaman krisis pangan sebagai imbas pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina masih ada di depan mata.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya agar pasokan pangan Indonesia tetap stabil di tengah kondisi dunia yang tidak baik-baik saja.

Sektor pertanian Indonesia sendiri hingga saat ini terbukti memiliki ketahanan yang baik. Berdasarkan data BPS, sektor pertanian pada tahun 2021 tumbuh 1,84% (yoy) dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 13,28%. Kemudian pada kuartal kedia 2022, sektor pertanian menunjukan konsistensi dengan pertumbuhan positif 1,37% (yoy) dan berkontribusi 12,98% terhadap perekonomian nasional.

Tren positif tersebut juga turut menjaga kesejahteraan petani dengan capaian Nulai Tukar Petani (NTP) tertinggi pada Maret 2022 yakni sebesar 109,29 sedangkan NTP pada Juli 2022 tercatat sebesar 104,25.

Untuk nilai ekspor pertanian Indonesia antara 2019 dan 2020 meningkat dari Rp390,16 triliun menjadi Rp451,77 triliun atau naik 15,79 persen. Pada tahun 2020 ke 2021 nilai ekspor pertanian Indonesia mencapai Rp625,04 triliun atau naik 38,68 persen.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, kondisi dunia yang sedang tidak baik-baik mempengaruhi ketidakstabilan rantai pasok energi dan pangan di Indonesia.

Melihat permasalahan tersebut, Kementan menetapkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Penetapan Tata Cara Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi agar lebih tepat sasaran mulai bulan Juli lalu.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan