Bareskrim Polri Tetapkan Istri Mantan Kepala BPN Tersangka Penggelapan Saham

  • Bagikan
ILUSTRASI. Petugas melintas di depan layar yang menampilkan informasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/4). (Fedrik Tarigan/Jawapos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Ditipideksus) Bareskrim Polri telah menetapkan petinggi PT Rantau Utama Bhakti Sumatera sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan saham. Penetapan tersangka ini berdasarkan surat nomor S.Tap/97/VIII/RES.1.11./2021/Ditipideksus.

“Iya sudah (ditetapkan tersangka),” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Brigjen Wisnu Hermawan kepada wartawan, Jumat (12/8).

Mereka yang ditetapkan tersangka yakni HH selaku Istri mantan Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan, WW dan PBF. Mereka bertiga ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana penggelapan dan penggelapan dalam jabatan yaitu Direktur Utama bersama-sama dengan Komisaris dan Direksi lain PT Utama Bhakti Sumatera mengalihkan saham milik pelapor selaku pemilik PT Batubara Lahat.

Penetapan tersangka ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan dengan nomor SP.Sidik/415N/Res.1 .11./2021/Dittipideksus, tanggal 03 Mei 2021. Dilanjutkan dengan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan
Nomor: R/182N/RES.1 .11./2021 / Dittipideksus, tanggal 05 Mei 2021. Dan diakhiri dengan gelar perkara pada 10 Agustur 2021.

“Berdasarkan keterangan saksi, dan adanya barang bukti serta hasil gelar perkara, telah diperoleh bukti yang cukup guna menentukan tersangka dalam penyidikan dugaan terjadinya tindak pidana penggelapan dalam jabatan,” pungkas Wisnu.

Para tersangka diduga telah memindahkan saham pelapor menjadi milik PT Rantai Bhakti Utama Sumatera dan PT Rantau Panjang Utama Bhakti tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari pemegang saham PT Batubara Lahat. Atas perbuatannya ketiga tersangka dijerat pasal 372 KUHP dan 374 KUHP. (jpg/fajar)

  • Bagikan