Buntut Kematian Bayi Salah Suntik, Komisi E Minta Pihak RS Wahidin Diinvestigasi Independen

  • Bagikan
Ilustrasi bayi meninggal

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Irfan AB meminta pihak RS Wahidin Sudirohusodo Makassar diinvestigasi. Buntut kematian bayi akibat salah suntik.

Hal itu disampaikan Irfan AB saat RDP dengan pihak RS Wahidin di Lantai 7 DPRD Sulsel, Jumat, 12 Agustus 2022.

Sejatinya, pihak keluarga bayi asal Gowa tersebut sudah berdamai dengan pihak rumah sakit, namun Irfan AB mengungkapkan jika jalan damai tidak menyelesaikan masalah. Perlu diusut.

"Kita tidak boleh damai, karena berhubungan pelayanan publik. Ini tidak berhenti dengan damai RS dan korban," katanya.

Meskipun sebelumnya sudah melakukan Konsul dengan tujuh dokter ahli, Irfan AB menegaskan bahwa itu belum tuntas. Perlu investigasi dari pihak independen.

"Kesalahan oknum dan kesalahan sistem, ada kesalahan sistem. Saya belum puas hasil investigasi. Konsul dengan 7 dokter ahli, saya anggap hasil tidak independen, perlu ada langkah lebih jauh supaya ada langkah independen," tegas Politisi PAN ini.

Menurutnya, sanksi pemotongan tunjangan 20 persen bagi perawat dan pemecatan direktur RS belum cukup.

"Ini kejahatan kemanusiaan, boleh saja kesalahan sistem ini fenomena gunung es. Mungkin kita lihat hanya satu, sesungguhnya banyak di masa lalu kebetulan keluarga tidak komplen tidak terekspos," jelasnya.

Menurutnya, kasus seperti ini tidak boleh terulang kembali. Sehingga diperlukan investigasi lebih dalam. Apalagi menyangkut soal nyawa.

"Kita tidak mau ini terjadi pada keluarga, kok magang diberi kesempatan suntik. Beda magang pabrik mobil dengan RS, karena ini berurusan nyawa," ungkapnya.

  • Bagikan