Ditanya Soal Status Tersangka Pembunuh Brigadir J, Mahfud MD Bilang Bisa Saja Berubah Menjadi Saksi

  • Bagikan
Menkopolhukam Mahfud MD (YouTube Deddy Corbuzier)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Menkopolhukam Mahfud MD, menjelaskan beragam kemungkinan vonis tersangka dalam kasus Pembunuhan berencana Brigadir J saat hadir dalam Podcast di Channel Youtube Deddy Corbuzier.

Mahfud MD menjelaskan bahwa dalam hukum, seorang tersangka pada kasus Pembunuhan Brigadir J, bisa saja berubah menjadi saksi. Status tersebut bergantung pada motif pembunuhannya.

"Bisa aja, seorang tersangka bisa berubah menjadi saksi dan seorang tersangka sekaligus menjadi saksi kan kalau bersama-samakan begitu," ucapnya Jumat, (12/8/2022).

Dia kemudian mengungkapkan bahwa dalam hukum pindana, terdapat pasal yang menyatakan seorang bawahan tidak boleh melakukan penolakan jika berdasar pada perintah jabatan.

"Kalau bersama-sama lalu dia atas perintah jabatan. Saya menembak tapi saya disuruh oleh atasan ada dihukum pidana itu, ada KUHP pidana pasal 51, tidak boleh menolak tugas," ungkapnya

Pada kasus pembunuhan Brigadir J di rumah Sambo, pelaku yang menembak bisa saja dinyatakan tidak bersalah di pengadilan jika ada indikasi paksaan untuk menembak dari seorang yang pangkatnya lebih tinggi.

"Karena jabatan lalu dia tidak boleh nolak itu doktrinnya begitu, perintah atasan harus tunduk jangan tanya karena perintah jabatan, lalu ternyata salah maka dia bisa bebas secara hukum karena dia dipaksa," tutur Mahfud MD.

"Tapi dipaksa betul apa tidak, apa ada cara lain untuk menghindar dari itu. Kalau tidak ada cara lain berarti dia pelakunya, yang nyuruh itu intelektualnya. Makanya yang nyuruh itu bisa kena pasal 340 pembunuhan berancana. Kalau ini (pelaku) pembunuhan bisa diringankan lagi hukumannya karena terpaksa atau ada dorongan yang sulit. Nantikan hakim yang bisa putuskan," lanjutnya

  • Bagikan