Mahfud MD Sebut Laporan Dugaan Pelecehan Seksual pada Brigadir Joshua Segera Dihentikan

  • Bagikan
Mahfud MD

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan, laporan dugaan pelecehan seksual yang dilayangkan ke almarhum Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J segera dihentikan.

Dia menyebut, tidak ada dugaan pelecehan seksual dalam kasus tersebut.

“Saya akan komunikasikan dengan Bareskrim karena sampai sekarang laporan pelecehan itu diproses. Loh, saya bilang, skenarionya sudah lain, sudah ada tersangkanya alat bukti yang cukup, bahwa pelakunya bukan Bharada E, tapi ada yang menyuruh (Ferdy Sambo),” kata Mahfud dalam siaran YouTube, Jumat (12/8).

Mahfud meyakini, Polri segera mencabut laporan dugaan pelecehan seksual terhadap almarhum Brigadir J. Sehingga, kasus itu akan dihentikan. “Ya, mungkin sebentar lagi dicabut, di SP3,” tegas Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menegaskan, dugaan pelecehan itu harus di SP3. Karena yang dituduh melecehkan, yakni Brigadir J sudah ditembak mati. “Cerita-cerita laporan pemeriksaan itu yang mengerikan campur menjijikan, makanya itu sensitif. Bagaimana melecehkannya itu ada uraiannya,” ucap Mahfud.

Sebagaimana diketahui, setelah Brihadir J diketahui tewas pada 8 Juli lalu, dia dilaporkan dalam dugaan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi. Selain itu, disebut jika Brigadir J tewas karena adanya tembak menembak antara Brigadir J dan Bharada E.

Dalam kasus ini, Polri menetapkan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir J. Jeratan hukum terhadap Ferdy Sambo setelah tim khusus Polri menemukan alat bukti kuat dugaan keterlibatannya.

  • Bagikan