Subsidi Energi Tembus Rp 502 Triliun, Musni Umar: Sebaiknya Pembangunan IKN Ditunda

  • Bagikan
Musni Umar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Rektor Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar memberikan pandangannya terkait kemungkinan bertambahnya jumlah subsidi pada sektor BBM dan listrik.

Dikutip dari unggahan twtternya, @musniumar. Penulis buku "Jokowi, Satrio Piningit Indonesia" itu menyebut sebaiknya pembangunan IKN ditunda.

"Subsidi BBM dan listrik sdh Rp502 triliun. Solusi tidak banyak. Pertalite naik dan sebaiknya pembangunan IKN ditunda," ujar Musni Umar.

Tambah Musni Umar, yang harus kita amankan (9 bahan pokok), kita selesaikan, pada saat yang sama kita dorong supaya pemerintah membiarkan upaya-upaya Swa Sembada pangan.

"Karena tidak mungkin lagi kita menginpor, tetapi kita harus bertumpu pada kemampuan di dalam negeri dengan mendorong para petani kita dengan memberi subsidi kepada mereka," lanjut Musni Umar.

Selain subsidi, menurut Musni Umar perlu juga memberi dorongan dan semangat kepada mereka (petani), agar bercocok tanam sehingga bisa keluar dari kesulitan yang sangat berat ini akibat kondisi dunia yang tidak ramah.

Sebagaimana diketahui beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo beberapa kali menyebut tentang subsidi energi yang sudah tembus Rp 502 triliun. Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut ada kemungkin jumlah subsidi itu akan bertambah.

Pemerintah sendiri kabarnya tengah menggenjot pengembangan industri mobil listrik di Indonesia. Seperti yang disebut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ketika membuka pameran GIIAS 2022, Tangerang, Kamis (11/8/2022).

"Apapun situasinya kita menghadapi perfect storm tapi jangan khawatir mobil ada lampunya, jadi the future is bright," ujar Airlangga Hartarto. (Muhsin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan