Laporan Pelecehan Seksual Diduga Bohong, Pakar Hukum UINAM: Ada Pidana yang Dapat Dikenakan

  • Bagikan
Pakar Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Dr. Rahman Syamsuddin

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Drama kasus pembunuhan Brigadir Joshua tampaknya semakin memanjang. Mengingat laporan adanya pelecehan seksual terhadap dirinya dihentikan karena tidak ada bukti yang didapatkan.

Istri Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi diduga berbohong atas kasus pelecehan seksual yang dialaminya.

Meskipun begitu, sampai saat ini status hukum istri Ferdy Sambo itu belum ditentukan. Apakah Putri Candrawathi bakal dijadikan tersangka menyusul sang suami, Ferdy Sambo?

"Terkait dengan kejadian Istri Ferdy Sambo, apabila memang hal yang disampaikan tidak terjadi, maka ada pidana yang dapat dikenakan terhadap orang yang memberikan keterangan palsu," terangnya kepada fajar.co.id pada Ahad (14/8/2022).

Pakar Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Dr. Rahman Syamsuddin menilai kepolisian menduga bahwa apa yang disampaikan itu tidak benar serta dianggap mengaburkan kasus pembunuhan oleh Ferdy Sambo.

Doktor lulusan Unhas itu menambahkan, sebagaimana diatur dalam Bab IX tentang Sumpah Palsu dan Keterangan Palsu, Pasal 242 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”).

"Barang siapa dalam keadaan di mana undang-undang menentukan supaya memberi keterangan di atas sumpah atau mengadakan akibat hukum kepada keterangan yang demikian, dengan sengaja memberi keterangan palsu di atas sumpah, baik dengan lisan atau tulisan, secara pribadi maupun oleh kuasanya yang khusus ditunjuk untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun," ujar Dr. Rahman.

Suatu keterangan adalah palsu, lanjutnya. Apabila sebagian dari keterangan itu adalah tidak benar, terkecuali jika ini adalah sedemikian rupa sehingga dapat diperkirakan bahwa hal itu tidak sengaja diberikan dalam memberikan keterangan palsu.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan