Bukan Cak Imin, Tiga Kepala Daerah Ini Dinilai Paling Ideal Jadi Cawapres Prabowo

  • Bagikan
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat mendaftakan partai yang dipimpinnya sebagai peserta Pemilu 2024 di KPU pada Senin (8/8). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyatakan kesiapan menjadi Capres 2024 dalam rapimnas partai itu di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (13/8). Deklarasi tersebut juga menjadi penegasan bahwa sampai hari ini hanya Prabowo satu-satunya tokoh yang bisa maju dalam Pilpres 2024.

Pengamat Politik yang juga Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam menyebut Menteri Pertahanan itu sudah maju satu langkah dari kandidat capres lain seperti Anies Baswedan maupun Ganjar Pranowo.

Namun kata Arif, faktor yang tidak kalah penting adalah potensi kemenangan capres dan cawapres yang akan diusung.

“Kalau kemudian, probabilitas kemenangan tinggi, tentu akan menjadi magnet parpol lain untuk bergabung dalam koalisi yang dibangun PKB dan Gerindra,” katanya, Minggu (14/8/2022).

Terkait kemenangan Prawobo dalam Pilpres 2024, menurut Arif, berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, Prabowo menduduki urutan pertama dengan tingkat elektabilitas tinggi.

Kalau Prabowo menargetkan kemenangan, harus menggandeng sosok yang memiliki daya ungkit elektoral. Sehingga bisa menggandakan dukungan yang bisa membuka peluang besar.

“Kalau menggandeng Muhaimin Iskandar, saya kira banyak stok tokoh diusung yang memiliki efek elektoral yang bisa menambah margin elektabilitas seperti Khofifah Indar Parawansa, Ganjar Pranowo hingga Ridwan Kamil.”

“Saya kira banyak pertimbangan untuk cawapres, selain kesempatan platform dan mempertimbangkan daya ungkit elektabilitas,” katanya.

Terkait potensi Muhaimin Iskandar sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Prabowo, menurut Arif, ada pekerjaan rumah besar yang harus dilakukan yang bersangkutan, yakni mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya.

“Sehingga ketika dipasangkan dengan Prabowo Subianto bisa menjadi daya ungkit secara elektoral,” tegasnya. (dra/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan