Debat Panas Soal Subsidi BBM, Anthony Budiawan Sebut Stafsus Kemenkeu Seperti Buzzer

  • Bagikan
Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo. Foto: Dokumentasi pribadi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan mengatakan, kenaikan harga BBM sebaiknya dibicarakan dengan DPR RI.

“Kalau mau naikkan harga BBM seyogyanya dibicarakan dengan DPR: jangan memberi pernyataan yang dapat membodohi publik,” tulisnya melalui akun sosial medianya, Minggu, (14/8/2022).

Menurutnya, subsidi BBM dalam UU APBN sebesar Rp206,96 Triliun. Bukan Rp502 Triliun.

“Subsidi BBM menurut UU APBN Rp206,96 triliun, bukan Rp502 triliun seperti digembar-gemborkan: APBN tidak mengenal Kompensasi sebagai Subsidi. Jokowi dibohongi?,” ucapnya.

Ketika Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Prastowo Yustinus mulai menjelaskan soal subsidi BBM tersebut.

Anthony Budiawan menyebut itu hanya komentar sesat seperti buzzer.

“Komentar Anda menyesatkan. Yang saya tanyakan sangat jelas, tidak ada Subsidi Rp502 triliun, dalam UU APBN hanya Rp206 triliun: ‘Jokowi dibohongi?’ Harusnya klarifikasi ini, bukan alihkan isu ke DPR. Pejabat negara wajib kasih informasi benar, jangan menyesatkan seperti buzzer,” tambahnya.

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Prastowo Yustinus menjelaskan, keputusan menambah subsidi dan kompensasi merupakan hasil pembahasan dengan DPR RI

“Pak @AnthonyBudiawan Hari Minggu ngegas aja nih. Keputusan menambah subsidi dan kompensasi itu hasil pembahasan dg DPR dan telah disetujui Badan Anggaran DPR sesuai UU APBN. Perpres 98/2022 itu hasilnya. Tak ada yg dibohongi kecuali Anda memproduksi narasi sesat,” ujar Prastowo.

  • Bagikan