Diduga Cabuli Santrinya, Pimpinan Ponpes di Katapang Dilapor Polisi

  • Bagikan
ILUSTRASI. Pencabulan

FAJAR.CO.ID, KABUPATEN BANDUNG - Dugaan pencabulan terhadap anak kembali terjadi di lingkungan pondok pesantren.

Kali ini, pimpinan pondok pesantren di wilayah Katapang, Kabupaten Bandung diduga melakukan aksi bejat terhadap para santriwatinya.

Kuasa Hukum korban Deky Rosdiana mengatakan, pihaknya melaporkan seorang kiai yang merupakan pimpinan ponpes ke Polresta Bandung.

Hal ini berkaitan dengan dugaan pencabulan yang dilakukannya kepada para santriwati. B

“Pelaporan ini terbongkar baru-baru ini, jadi karena ada curhatan dan beberapa pernyataan juga, karena kiai ini masih membuka praktik pengobatan. Kami juga harus menindaklanjuti, kalau tidak maka akan terus menerus kejadiannya,” kata Deky saat dihubungi JPNN.com, Senin (15/8).

Deky menyebut, modus pelaku dalam menjalankan aksi bejatnya adalah dengan mengelabui para korban menggunakan bahasa-bahasa yang takzim.

“Di mana santriwati ini karakternya sangat nurut ke kiainya, apa yang disuruh yang dilakukan. Akhirnya diperdaya dengan bahasa-bahasa ‘nanti tidak berkah ilmunya, secara hukum harus nurut gurunya’ ya bahasanya begitu,” ujar dia.

Menurutnya, hingga kini jumlah santriwati yang mengaku menjadi korban baru satu orang. Namun, Dia menduga masih ada korban lain dalam kasus ini.

Maka dari itu, pihaknya bakal melakukan pendampingan kepada korban lainnya agar berani mengungkap kelakuan bejat sang kiai.

“Sejauh ini satu (korban) tetapi sekarang lagi ada ancaman dan beberapa korban belum berani melapor ke polisi, karena mendapatkan ancaman dan secara mental malu,” tuturnya. (jpnn/fajar)

  • Bagikan