Indikasi Penghalangan Proses Hukum Penanganan Perkara Pembunuhan Brigadir J Menguat

  • Bagikan
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Komnas HAM menyatakan adanya dugaan Penghalangan proses hukum atau obstruction of justice dalam penanganan perkara pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan (8/7).

Setelah melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, hasilnya semakin menguatkan dugaan obstruction of justice dalam pekara tersebut.

Komisioner Komnas HAM Chairul Anam mengatakan, bahwa hasil dari pemeriksaan TKP di rumah dinas Ferdy Sambo mengerucut pada dugaan terjadinya obstraction of justice yang menjerat Sambo dan 31 personel polisi yang ikut terlibat dalam kasus pembunuhan dan keterangan palsu kematian Brigadir J.

“Obstruction of justice sejak awal kami bilang ada indikasi kuat, ketika kami cek di TKP indikasi itu semakin menguat,” ujarnya kepada wartawan di rumah dinas Ferdy Sambo, Senin (15/8).

Anam menyampaikan bahwa semua hasil temuannya di TKP sudah sesuai dengan hasil yang sebelumnya sudah didapatkan Komnas HAM dari dokumen dan foto-foto.

“Kami menguji semua yang sudah kami dapatkan, beberapa foto sebelum-sebelumnya yang kami dapatkan dari kelacakan kami di siber. Kami cek, apakah betul ruangannya dan sebagainya, dan ternyata betul,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa Komnas HAM akan segera menyusun simpulan dari temuan-temuan pihaknya di TKP maupun melalui dokumen dan foto yang didapatkan sebelumnya di minggu ini.

  • Bagikan