Teriakan Boikot Alfamart, Nicho Silalahi: Buruh Bukan Tumbal Mereka yang Punya Uang

  • Bagikan
Nicho Silalahi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Aktivis sosial Nicho Silalahi mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan yang diterima salah seorang karyawan Alfamart.

Peristiwa itu terjadi Alfamart Kampung Sampora Desa Sampora, Kecamatan Cisauk, Tangerang Selatan pada 13 Agustus 2022. Salah seorang karyawan diminta maaf usai memviralkan Ibu-ibu yang tertangkap mengambil barang di Alfamart namun tidak membayar.

"Sudah saatnya kita gaungkan #BoikotAlfamart. Kalau Barang Hilang Buruh Yang Harus Mengganti, Giliran Diduga Mencolong Ketangkap di @alfamart Buruh Yang Harus Minta Maaf," kata Nicho di akun Twitter @Nicho_Silalahi.

Nicho mengingatkan pihak Alfamart untuk tidak mengabaikan karyawan mereka. Terlebih jika karyawan mengalami tindakan persekusi.

"Buruh bukan tumbal mereka yang punya uang, Solidaritas untuk buruh harus dibangun. Woi Serikat Pekerja Ritel Kemana Kalian ? Ayo Rakyat Indonesia Kita Boikot @alfamart Untuk Menunjukkan Solidaritas Kita Pada Kaum Buruh," ungkapnya.

"Buruh ataupun Pekerja Adalah Permata Bagi Perusahaan, Sudah Kewajiban Perusahaan Juga Melindungi Permata Mereka, Jika Para Pekerja Itu Dengan Totalitas dan Sepenuh Hati Mendedikasi Diri Bekerja Dengan Tulus Maka Perusahaan Harus Melindungi, Jika Tidak Maka Kita #BoikotAlfamart," sambung Nicho Silalahi.

Tanggapan Alfamart

Pihak Alfamart ikut angkat suara terkait kasus tersebut. Alfamart membenarkan kejadian tersebut terjadi di Desa Sampora, Kecamatan Cisauk, Tangerang Selatan.

"Terkait dengan pemberitaan seorang karyawan Alfamart yang diancam UU ITE oleh seorang konsumen adalah benar, yang terjadi pada 13 Agustus 2022, jam 10.30 di Alfamart Sampora, Kampung Sampora RT 04, RW 02, Desa Sampora, Kecamatan Cisauk, Tangerang Selatan," jelas pihal Alfamart lewat keterangan tertulis, Senin 15 Agustus 2022.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan