Konsumsi Ikan Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Bidang Ilmu Bioteknologi Produk Perikanan dan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Prof Asep Awaludin Prihanto mengatakan konsumsi ikan yang memenuhi standar mampu menurunkan risiko penyakit jantung.

"Kondisi ini jika ikan yang dikonsumsi sesuai standar nutrisi, modern dan higienis," ujar Asep kepada wartawan, Jumat (12/8/2022) dikutip dari PMJ News.

Selain itu, lanjutnya, dengan mengkonsumsi ikan juga bisa mencegah (preventif) terhadap risiko penyakit lainnya serta mampu menghidrolis peredaran darah.

Namun, Asep menyebut produk-produk perikanan secara komprehensif hingga saat ini masih belum menunjukkan perbaikan atau inovasi-inovasi yang lebih bagus dari sebelumnya. Contohnya, produk ikan pindang atau terasi, dari masa ke masa tidak berubah.

"Produk perikanan yang diproduksi secara tradisional tingkat pencemarannya cukup tinggi, kualitasnya tidak stabil, sehingga rasanya kadang enak kadang tidak enak, bahkan nilainya tidak berubah," katanya.

Dengan kondisi itu, lanjut Asep, menandakan inovasi bidang perikanan perlu sentuhan untuk mengangkat performa dan kualitasnya agar manfaat yang didapat para pelaku usaha perikanan bisa lebih besar.

Menurut dia, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki agar produksi perikanan lebih meningkat, yakni perbaikan proses dengan memanfaatkan mikroorganisme yang ada dalam produk itu, sekaligus mempercepat pembentukan dari mikroorganisme ke enzim.

"Selain itu juga perbaikan kandungan gizi. Perbaikan dan pengurutan genom sequencing juga perlu dilakukan. Ke depan kami ingin produk atau model ini bisa dikembangkan lebih baik dan diimplementasikan untuk pelaku UMKM," tukasnya. (eds)

  • Bagikan