Pria Ini Curi Motor untuk Biaya Sekolah Anak

  • Bagikan
Joko Supa'at, tersangka kasus curanmor saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Tempurejo, Jember. (Jawa Pos Radar Jember)

FAJAR.CO.ID, JATIM -- Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) memang terjadi di banyak tempat. Namun, kasus curanmor di wilayah hukum Kabupaten Jember, Jatim, ini terbliang beda. Proses penyidikan oleh Polsek Tempurejo pun diwarnai tangis haru pelaku.

Adalah Joko Supa’at, warga Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, tersangka kasus curanmor tersebut. Saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek, tiba-tiba pemuda 34 tahun itu sesenggukan. Menangis. Dia mengaku teringat anaknya yang masih SD. Joko pun menyebut pencurian itu dilakukan demi membiayai sekolah si buah hatinya.

Saat polisi melakukan penangkapan, Joko juga tengah menemani si anak belajar di teras rumah. Bahkan, saat melihat polisi datang menghampiri, pria yang bekerja serabutan ini bukannya lari. Dia justru menyambut para petugas dengan baik. Joko tak melawan. Lalu, pasrah saat dibawa ke Mapolsek Tempurejo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Saya tahu kalau anggota polisi yang datang untuk menangkap. Saya hanya pasrah karena saya memang salah. Dan apa yang saya lakukan ini karena sangat terdesak kebutuhan untuk membiayai sekolah anak,” ujar Joko sambil menangis seperti dilansir Jawa Pos Radar Jember, Rabu (17/8).

Joko mengaku, saat ini anaknya masih duduk di bangku kelas VI SD. Tangisnya kembali pecah ketika mengingat proses penangkapan dirinya. ’’Saya tidak kuat menahan tangis karena masih ingat saat saya dijemput polisi sedang menemani anak belajar di teras,’’ ungkapnya.

Dia jujur menyebut, uang hasil penjualan motor sebesar Rp 2,8 juta untuk biaya sekolah anak. Joko ditangkap karena mencuri Honda Beat pada Mei 2022 lalu. Motor itu milik M. Rizki Galih Wicaksono, 27, warga Dusun Kebonsari, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu.

  • Bagikan