Kuasa Hukum Mas Bechi Sebut Ada Ketidaksesuaian Kesaksian Saksi Korban dan Pelapor

  • Bagikan
I Gede Pasek Swardika, kuasa hukum terdakwa kasus pencabulan Moch Subchi Azal Tsani alias Mas Bechi. (Rafika Yahya/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA -- Kuasa hukum terdakwa kasus pencabulan santri Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi menuduh korban dan saksi saling bersekongkol.

I Gede Pasek Suardika, kuasa hukum terdakwa Mas Bechi itu melihat ada ketidaksesuaian antara kesaksian saksi korban dan pelapor.

”Ada 2 saksi yang mengatakan tempat waktu yang sama dengan orang yang beda. Kalau dipikir dengan akal sehat ya nggak masuk akal,” kata I Gede Pasek Suardika ditemui di sela-sela sidang pemeriksaan saksi, Jumat (19/8).

Saksi, lanjut Gede, memberikan keterangan yang berbeda di tiap keterangan. Dia mengaku harus bertanya berkali-kali pada tiap saksi sejak sidang pertama pada Senin (15/8) dan Kamis (18/8).

”Saya tanya berkali-kali dengan pertanyaan yang sama. Mereka (saksi) sampai tanya kenapa harus berulang kali. Itu kan supaya saya tahu kalau dia yakin jawabannya benar dan tepat,” papar I Gede Pasek Suardika.

Hari ini (19/8), dia menyatakan, akan lebih tegas bertanya pada saksi. Sehingga seluruh saksi bisa memberikan keterangan yang lebih jelas.

”Memang ada 2 kejadian. Di kejadian kedua itu ada 2 perempuan mengaku (pencabulan dilakukan) di tempat dan waktu yang sama tapi orang yang berbeda,” ujar I Gede Pasek Suardika.

Saksi yang telah diperiksa, kata Gede, kini telah berusia 25 dan 26 tahun. Namun saat kejadian yang ada di dakwaan, keduanya masih berusia 20 dan 21 tahun.

”Saksi ini memberikan keterangan berdasar keterangan orang lain. Bukan dilihat sendiri,” terang I Gede Pasek Suardika.

Sementara itu, jaksa penuntut umum (JPU) yang juga Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kediri Sofyan Selle menyebut, kuasa hukum bebas untuk berbicara apapun.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan