Purnawirawan TNI Tewas Ditikam Aseng Karena Parkir Depan Tokonya, Said Didu: Akun-akun NKRI Harga Mati Pasti Mingkem

  • Bagikan
Said Didu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu ikut mengomentari peristiwa penikaman kepada Letkol Inf (purn) H Muhammad Mubin yang dilakukan oleh Henry Hernando alias Aseng (30), pemilik toko di Lembang.

Kasus penikaman berujung kematian itu sendiri terjadi di Jalan Adiwarta, RT 01 RW 12, Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa, 16 Agustus 2022.

Said Didu ikut berbelasungkawa atas meninggalnya mantan prajurit TNI yang sempat bekerja di Pertamina itu juga.

Dia lantas menyinggung akun-akun media sosial yang selama ini mengaku paling NKRI. Menurutnya, untuk kasus pembunuhan yang dilakukan warga keturunan, mereka akan diam.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Akun2 NKRI harga mati pasti mingkem utk hal seperti ini," tulis Said Didu.

Berdasarkan salah satu informasi yang beredar di di WhatsApp Group (WAG), Letjen (purn) Yayat Sudrajat yang menyebarkan info tersebut menyebutkan kronologi penikaman.

Awalnya Letkol (purn) M Mubin yang tengah bekerja sebagai sopir di perusahaan meubel mengantar anak bosnya sekolah TK pagi itu.

Setelah itu, dirinya parkir sebentar di depan toko milik Aseng karena akan menyeberangkan anak bosnya ke TK di seberang jalan.

"Aseng marah-marah karena (korban) parkir di depan tokonya dan menusuk korban Letkol (purn) M Mubin yg berada di dalam mobil," tulis informasi tersebut.

Setelah ditusuk, korban menjalankan mobil sekira sejauh 50 meter demi meminta pertolongan. Namun karena darah yang keluar terlampau banyak, akhirnya dia meninggal dunia saat akan dibawa ke rumah sakit.

  • Bagikan