Gender Netral atau Non Biner Ternyata Terkait Erat dengan Dysphoria, Salah Satu Jenis Gangguan Mental

  • Bagikan
Ilustrasi Gender. (int)

FAJAR.CO.ID -- Seorang mahasiswa dari salah-satu perguruan tinggi negeri di Makassar sontak jadi perbincangan. Hal ini karena videonya beredar luas saat dikeluarkan oleh dosennya pada Jumat (19/8/2022).

Melihat hal viral ini, banyak yang mulai mencari informasi mengenai apakah sebenarnya gender netral atau non biner itu?

Biner dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti terjadi dari dua atau ditandai dua benda atau dua bagian.

Secara umum Indonesia hanya dikenal gender diidentifikasi sebagai perempuan dan laki-laki atau feminin dan maskulin.

Sikap feminin biasanya melekat pada perempuan dan maskulin lekat pada laki-laki. Namun, dikatakan pula bahwa seseorang bisa bersifat feminin dan maskulin terlepas dari jenis kelaminnya.

Melihat ke belakang, kebudayaan Bugis dahulu sebelum masuknya Islam, dikenal ada lima gender dalam masyarakat.

Perempuan (makkunrai), laki-laki (orane), perempuan menyerupai laki-laki (calalai), laki-laki menyerupai perempuan (calabai) seta pendeta androgini (bissu).

Di masa lalu, Bissu dianggap sebagai orang suci yang dapat berkomunikasi dengan dewa. Bissu dipercaya untuk memimpin upacara adat di beberapa daerah seperti Bone.

Hingga kini di Bone komunitas Bissu masih ada. Matoa Bissu saat ini bernama Syamsul Bahri dan telah ditasbihkan bernama Sessung Riwu.

Mengapa Kemudian Muncul Istilah Gender Non Biner?

Dalam teori Queer jenis gender merupakan ideologi yang terbangun atas kehidupan sosial dan lingkungan tempat seseorang berada.

Teori Queer adalah bagian dari post-srukturalisme bersumber pada feminisme. Teori ini menyatakan bahwa dua jenis kelamin yang ada sebenarnya tidak nyata.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan