Singgung Kematian Brigadir J, Kak Onyot Bikin Analogi Lembaga Kebersihan dan Pak Jenderal Sampo

  • Bagikan
Kak Onyot saat tampil di Somasi Close The Door Corbuzier.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Hadir sebagai bintang tamu pada acara SOMASI Close The Door Corbuzier, Kak Onyot komedian yang punya ciri khas gaya orang tua bercerita tentang drama kasus pembunuhan Brigadir J.

Ceritanya dibungkus dengan analogi ala dirinya. Mulai dari awal pembuatan skenario Ferdy Sambo, sampai pada anggota gengnya yang ikut diamankan berjumlah 36 dicolek juga oleh kak Onyot.

Pada video yang diunggah pada Ahad (21/8/2022) itu Kak Onyot dalam ceritanya mengistilahkan para aktor drama dari organisasi kebersihan. Tugas dari organisasi ini, bergerak dalam hal membersihkan yang kotor-kotor. Setiap ada masalah jika tidak bisa menghabiskan ekornya, akan dipotong kepalanya.

"Anggota dari organisasi itu ada pak Sabun, Pasta Gigi, dan Sampo. Fokus ceritanya ke pak Sampo. Sampo itu jelas, bisnisnya jualan Sampo. Sangat sukses, kaya raya. Gajinya di atas polisi," ujar Kak Onyot.

Kenapa dia sukses, lanjutnya. Karena dalam bekerja, dia menerapkan sistem kecepatan. Misalnya, terkait pegawai. Pegawainya semua tidak ada yang dipanggil nama lengkap. Biar manggilnya cepat. Ada misalnya namanya Elbert, dipanggilnya E. Justin, dipanggil J. Kecepatan. Dalam hal bisnis juga begitu.

"Misalnya sekarang, sudah terkonsep ada pergerakan pasar. Kapan pergerakan pasar itu misalnya membutuhkan produk, dalam waktu kurang dari 10 menit kalau tidak salah, kalau ada instruksi tembak, harus segera tembak. Karena itu instruksi. Makanya, beliau sangat sukses sekali," bebernya.

Yang kak salut dari beliau, kata kak Onyot. Walaupun sukses, tapi sangat low profil. Tidak pernah mau dipanggil bos. Padahal kaya, sangat humble sekali. Jadi kalau ketemu, cukup bilang halo Komandan. Gitu aja pokoknya. Kalau nda, halo Jenderal.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan