32 Aset Surya Darmadi Mulai Kebun Sawit, Kapal Tongkang hingga Hotel Disita, Kejaksaan Agung Kini Biding Helikopter

  • Bagikan
Tersangka kasus dugaan korupsi Surya Darmadi di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (18/8/2022). (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Perburuan terhadap aset Surya Darmadi belum berhenti. Kejaksaan Agung kini tengah melacak aset milik tersangka kasus dugaan korupsi penguasaan lahan sawit seluas 37 ribu hektare itu di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jambi, dan Kepulauan Riau.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana mengatakan, secara keseluruhan sudah ada 32 aset milik Surya Darmadi yang disita penyidik pidana khusus Kejagung. ”Ada 18 aset di Jakarta, 12 aset di Riau, dan 2 aset di Bali,” beber dia kemarin (23/8).

Jenis aset yang disita beragam. Mulai kebun sawit, bangunan, kapal tongkang, sampai hotel. Namun, lanjut Ketut, total nilai aset yang sudah disita masih dihitung. ”Belum kami verifikasi semua karena tim masih melakukan pengejaran terhadap aset-aset yang bersangkutan,” kata Ketut.

Dia tidak bisa memerinci aset milik Surya Darmadi yang dilacak. Hanya, beberapa jenis aset sudah berada dalam bidikan penyidik. ”Ada informasi juga heli (helikopter, Red) yang akan disita,” imbuhnya. Ketut menegaskan, pengejaran aset-aset milik Surya Darmadi terus dilakukan agar pengembalian kerugian keuangan negara yang mencapai Rp 78 triliun lebih maksimal.

Seiring dengan pulihnya kondisi Surya Darmadi, Ketut menyampaikan bahwa penyidik pidana khusus Kejagung melanjutkan pemeriksaan terhadap pemilik PT Duta Palma Group tersebut. Kemarin pemeriksaan dilakukan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejagung. ”Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi atas nama tersangka RTR (Raja Thamsir Rachman, Red),” ungkap dia.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan