Harga Telur Tertinggi Dalam Sejarah, Mendag Malah Acuh, Mardani Ali Sera: Sejarah Ini Tolong Dicatat, Sangat Kelam

  • Bagikan
Anggota DPR Fraksi PKS Mardani Ali Sera -- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyentil perkataan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan yang dianggap sepelekan kenaikan harga telur.

“Sejarah ini tolong dicatat, sangat kelam,” tulis Mardani di akun Twitter pribadinya @MardaniAliSera, Rabu (24/8/2022).

Dalam cuitan yang sama, politisi sekaligus dosen di Universitas Mercubuana ini juga menyinggung wacana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.

“Ditambah niat busuk pemerintah ingin menaikan BBM. Kondisi ekonomi rakyat yang masih belum pulih dari efek covid, ingin dibebani dengan kenaikan harga-harga,” tutur Mardani.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Mendag Zulkifli Hasan mengisyaratkan masyarakat untuk tidak ribut soal harga telur yang melonjak menjadi Rp 30 ribu per kilogram (kg).

Menurut Politisi kelahiran Lampung itu, harga tersebut tidak seberapa dibandingkan misi dagang yang berhasil dicapai olehnya dari India.

"Oh itu enggak seberapa kok. Jangan diributkan ya. US$3,2 miliar dolar itulah yang ditulis," ujarnya di Gedung Kemendag, Selasa (23/8/2022).
Berdasarkan pantauan di Informasi Pangan Jakarta, rata-rata harga telur ayam Rp 30.303/kg. Harga tertinggi ada di Pasar Pluit yakni sampai Rp 33.000/kg dan termurah ada di Pasar Rawamangun Rp 28.000/kg.

Sementara harga di Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kemendag, harga telur ayam juga tercatat tinggi yakni Rp 30.500/kg. Naik dari harga pada 16 Agustus di level Rp 30.400/kg. (Arya/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan