Kapolri Ungkap Pengakuan Bharada E: Melihat Brigadir J Terkapar Bersimbah Darah, Ferdy Sambo Berdiri di Depan dan Memegang Senjata

  • Bagikan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap secara terang benderang kronologi penembakan Brigadir Joshua Hutabarat di rumah dinas Kadiv Propam, Duren Tiga, Jakarta.

Orang pertama yang menembak Brigadir Joshua ternyata bukan Bharada Richard Eliezer Pudhihang Lumiu alias Bharada E, melainkan Irjen Ferdy Sambo.

Listyo Sigit menceritakan awal mula Bharada Richard merubah pengakuannya.

Awalnya, pada tanggal 3 Agustus, Bharada Richard ditetapkan sebagai tersangka dengan Pasal awal 338 jo Pasal 55 dan 56.

Lalu, penyidik menerapkan Pasal 340 subsider Pasal 338 jo Pasal 55 dan 56. Penerapan Pasal itu membuat Bharada Richard terancam hukuman mati.

Listyo Sigit mengatakan, pada tanggal 4 Agustus, Irsus melaporkan hasil pemeriksaan internal, terhadap temuan Timsus Polri terkait didapatnya perbuatan personil-personil yang menghambat proses penyidikan.

Berdasarkan laporan tersebut, Polri langsung mengambil tindakan terhadap 35 anggota.

Mereka dianggap tidak profesional dalam penanganan olah TKP, baik pada saat penanganan awal maupun pada saat proses penyidikan.

Mereka juga melakukan upaya penghilangan barang bukti, merekayasa kasus dan menghalangi proses penegakan hukum atau obstruction of justice.

“Irsus merekomendasikan untuk dilakukan pemeriksaan kode etik dan mutasi jabatan terhadap para pelanggar,” ucap Listyo Sigit dalam rapat bersama Komisi III DPR, Rabu (24/8).

Kapolri mengatakan, pada tanggal 4 Agustus, 10 orang langsung dimutasi, termasuk Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Karo Paminal, dan Karo Provos.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan