Ada Poin Berbeda dalam Rekonstruksi, Bareskrim Polri akan Konfrontasi Lima Orang Ini

  • Bagikan
Tersangka Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi mengikuti rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8). Foto : Ricardo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Andi Rian Djajadi mengatakan pihaknya segera melakukan konfrontasi terhadap lima orang tersangka dan saksi kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Konfrontasi rencananya akan dilakukan pada pemeriksaan terhadap tersangka Putri Candrawathi dan empat orang lainnya di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (31/8).

Menurut Brigjen Andi, konfrontasi dilakukan karena ada beberapa poin yang tidak sesuai saat dilakukan rekonstruksi kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

"Konfrontasi ada lima orang, PC, Susi, Kuat Ma'ruf, Ricky Rizal dan Richard (Bharada E)," ujar Brigjen Pol. Andi Rian di Jakarta, Selasa (30/8).

Menurut Andi, konfrontasi terhadap Putri Candrawathi dengan para saksi dan tersangka lain itu berkaitan dengan peristiwa di Magelang, Jawa Tengah. "Ini semua yang ada di Magelang," ucapnya.

Seperti yang diketahui, rangkaian kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua tidak terlepas dari peristiwa di Magelang.

Sebelum penembakan terjadi, rombongan tersangka Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dua ajudan dan sopir melakukan perjalanan dari Magelang, Jawa Tengah, ke Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Andi menjelaskan konfrontasi dilakukan setelah masing-masing tersangka diperiksa dan rekonstruksi dilaksanakan.

"Tidak ada masalah, kan pemeriksaan terhadap masing-masing sudah dilakukan, kan begitu dan rekonstruksinya ada beberapa poin, tidak semuanya. Kalau konfrontasi itu ada beberapa poin yang tidak sesuai, akan dikonfrontasi," katanya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan