Dugaan Korupsi Pembelian Pesawat dan Helikopter Senilai Rp85 Miliar Dishub Mimika, Keberadaannya Tidak Jelas

  • Bagikan
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua

FAJAR.CO.ID, PAPUA -- Dugaan tindak pidana korupsi ditengarai terjadi di lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Papua.

Dinas Perhubungan (Dishub) Mimika diduga melakukan korupsi dalam pembelian dua jenis pesawat antara lain jenis Cessna dan helikopter Airbus, dengan total anggaran Rp77,8 miliar.

Dari kasus ini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua bersama Kejari Mimika sedang menyelidiki dugaan korupsi tersebut dengan nilai total mencapai Rp85.708.991.200.

Nilai uang tersebut diduga untuk pengadaan pesawat dan helikopter oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Mimika. Di mana sumber anggaran itu berasal dari APBD Kabupaten Mimika.

"Pengadaan pesawat dan helikopter bersumber dari APBD Kabupaten Mimika tahun anggaran 2015 hingga 2022. Dengan perincian pengadaan pesawat Cessna Grand Caravan dianggarkan Rp34 miliar dan helikopter Airbus H-125 senilai Rp43,8 miliar," ujar Kejati Papua, Nikolaus Kondomo, lewat video konferensi pers di Kota Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (27/8/2022) lalu.

Kemudian Nikolaus menambahkan, pihaknya telah memeriksa belasan saksi, baik dari PT Asian One Air hingga Kadis Perhubungan Mimika beserta jajarannya.

"Sudah 14 orang diperiksa sebagai saksi dan pesawat serta helikopter tersebut dioperasikan PT Asian One Air, namun kerja sama itu tidak jelas karena biaya operasional senilai Rp21 miliar dibebankan kepada Pemda Mimika," pungkas Nikolaus.

Adapun hasil pemeriksaan sementara terungkap, pengadaan pesawat jenis Cessna Grand Caravan dan helikopter Airbus H-125 bertujuan memberikan layanan transportasi bagi masyarakat yang wilayahnya sulit dijangkau.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan