‘Semprot’ Mahfud Soal Kasus KM 50, Amien Rais: Jangan-jangan Ujungnya Ingin 3 Periode

  • Bagikan
Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais. Foto: YouTube/Amien Rais Official

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais mengoreksi cuitan Menkopolhukam Mahfud yang mengutip pernyataannya soal kasus KM 50 di sosial media.

“Mas Mahfud, saya lihat dalam twitter Anda, menyatakan, ’menurut Pak Amien Rais kasus KM 50 sudah clear alias sudah selesai karena telah dibawa ke pengadilan’,” kata Amien Rais, Senin, (29/8/2022).

Menurutnya, apa yang disampaikan Mahfud MD tersebut kurang tepat. Justru kata dia, dengan penerbitan Buku Putih itu karena keyakinannya soal pembunuhan yang dilakukan aparat negara merupakan extra — judicial killing atau unlawful killing.

“Ingat ya Mas Mahfud, justru kami di TP3 ( Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan Enam Pengawal HRS ) menerbitkan buku putih 352 halaman berjudul ‘Pelanggaran HAM Berat : Pembunuhan Enam Pengawal HRS karena dalam keyakinan kami berdasar urut — urutan peristiwa pembunuhan yang dilakukan aparat Negara itu merupakan extra — judicial killing atau unlawful killing,” ujarnya.

Extra judicial killing atau unlawful killing adalah tindakan pembunuhan di luar hukum yang dilakukan atas perintah pemerintah atau pihak berkuasa lain.

Lanjut, dia mengaku mendatangi istana langsung pada 9 Maret 2021 untuk menyerahkan buku putih itu dan langsung mengingatkan Presiden Jokowi supaya pelanggaran HAM berat itu segera dibawa ke pengadilan, dibuka secara transparan dan ditahan segera para pembunuh biadab itu.

“Saya bersama KH Abdullah Hehamahuwa, KH Muhyidin Junaidi, Ahmad Wirawan Adnan, Marwan Batubara, Ustadz Ansufri Idrus Sambo langsung mengingatkan Presiden yang Anda dan Mas Pratikno mendampinginya, bahwa pembunuhan keji itu sama dengan membunuh seluruh umat manusia, dan menjadi lebih keji lagi kalau yang dilenyapkan adalah hamba — hamba Allah yang beriman,” jelasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan