Soroti Kasus Oknum TNI yang Mutilasi Warga, KI Papua: Ini Pelanggaran HAM Berat, Komnas HAM Dimana?

  • Bagikan
Ilustrasi Komnas HAM

FAJAR.CO.ID, PAPUA-- Ketua Komisi Informasi Provinsi Papua Wilhelmus Pigai pertanyakan Komnas HAM dimana soroti sadisnya terduga pelaku atau oknum TNI AD mutilasi warga Mimika.

Wilhelmus Pigai melontarkan pendapatnya pada sebuah kicauan lewat akun media sosial Twitter bernama @NataliusPigai2.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Papua itu terpantau memang aktif dalam memakai platform tersebut untuk menyuarakan sudut pandang pribadinya.

Kini Wilhelmus Pigai angkat bicara soal adanya insiden sadis oknum prajurit TNI AD mutilasi warga Mimika, Papua.

"Tindakan yang tidak manusiawi. Hukum seberat-beratnya dan dipecat dari kesatuannya masing-masing," tegas Wilhelmus Pagai.

Selain itu Ketua Komisi Informasi Provinsi Papua ini juga merasa bahwa insiden tersebut ialah pelanggaran HAM berat dan mempertanyakan Komnas HAM.

"Ini pelanggaran HAM berat. KOMNAS HAM dimana? Segere lakukan investigasi @jokowi @mohmahfudmd @DPR_RI @jakpost @PemprovPapua," beber Wilhelmus Pigai.

Bahkan Wilhelmus Pigai kembali memberikan penegasan agar para prajurit TNI AD yang melakukan tindakan sadis tersebut dipecat dari kesatuan.

"Perbuatan sadis tdk manusiawi. Hukuman mati dan pecat dari kesatuannya," terang Wilhelmus Pigai.

Polda Papua Sebut Ada 10 Pelaku

Polda Papua menjelaskan bahwa 9 pelaku sudah ditahan dan 1 orang masih buron atas kasus oknum TNI AD mutilasi warga Mimika.

Hal tersebut disampaikan langsung Dirkrimum Polda Papua Kombes Faizal Rahmadani sebagaimana dikutip dari Antara.

Faizal mengakui, dari hari pemeriksaan terungkap pelaku pembunuhan terhadap empat warga sipil di Timika dilakukan 10 orang termasuk enam anggota TNI-AD.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan