Divonis 4,6 Tahun Penjara, Alvin Lim: Saya Katakan dari Awal Ini Kriminalisasi terhadap Advokat

  • Bagikan
Ilustrasi: Pengacara Alvin Lim saat berada di ruang kerjanya (Allex Qomarulla/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Terdakwa kasus pemalsuan atau penggelepan dokumen Alvin Lim sebelumnya telah divonis 4 tahun dan 6 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (30/8). Oleh pengadilan, Alvin Lim dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemalsuan surat secara berlanjut.

Merespons vonis tersebut, Alvin menegaskan kasus yang menjerat dirinya merupakan bentuk kriminalisasi terhadap profesinya sebagai advokat. Dia pun menyebut, persidangan yang menjerat dirinya terkesan dipaksakan.

“Sudah saya katakan dari awal ini kriminalisasi terhadap advokat. Dari pelaksanaannya saja perkara yang sama, sudah pernah disidangkan sebelumnya sampai putusan MA inkrah. Ini dua kali sidang perkara sama seharusnya nebis in idem, tapi dipaksakan oleh oknum. Saya dituduhkan memberikan alamat rumah/kantor saya untuk membuat KTP palsu ke klien perceraian saya. Namanya klien ketika tandatangan di surat kuasa dan kartu nama sudah ada alamat saya. Lalu jika disalahgunakan orang, harus saya tanggung jawab?” kata Alvin dalam hak jawab yang diterima JawaPos.com, Kamis (1/9).

“Dalam dakwaan sudah jelas tertulis, boleh pakai alamat, tapi jangan untuk yang aneh-aneh. Ucapan, jangan pakai untuk yang aneh-aneh kan jelas, apalagi digunakan melawan hukum. Tapi itu lah ini sudah settingan, percuma melawan kesewenangan oknum aparat,” sambungnya.

Alvin menjelaskan perkara yang sama, sudah pernah di putus pada 2020 oleh MA. Bahkan dia mengaku sudah diperingatkan oknum untuk tidak mengurus sus investasi bodong melawan oknum-oknum raksasa.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan