Sindir Ali Ngabalin? Cholil Nafis Sebut Orang yang Suka Marah-marah di Media Malah Merendahkan Dirinya Sendiri

  • Bagikan
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah Kiai Cholil Nafis memberikan komentar yang seakan menyindir Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin.

Sebelumnya diketahui potongan video Ali Mochtar Ngabalin dan mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara pada acara di stasiun televisi swasta tersebar di media sosial.

Pada video tersebut, Ngabalin terlihat marah kepada Deolipa. Ia pun terkesan tidak memberikan kesempatan mantan aktivis 98 itu untuk berbicara.

Menanggapi hal tersebut, Cholil Nafis menyebut jika ada orang yang sering marah-marah di publik tidak akan menambah kegagahan.

Malah justru akan merendahkan dirinya sendiri di hadapan publik.

"Orang yang marah-marah di publik atau media itu bukan menambah kegagahan apalagi wibawa tapi malah merendahkan dirinya sendiri," ucap Cholil dilansir fajar.co.id, Jumat (2/9/2022).

"Kalau itu dilakukan oleh staf istana perlu ditegur karena menciderai citranya," sambungnya.

Cholil pun menyarankan jika menghadapi watak seperti ini yaitu dengan mengabaikannya.

"Tips, Cara mengalahkan orang yang debat dengan marah-marah adalah mengabaikannya (cuekin aje) yee," pungkasnya.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin dan mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara, serta Panda Nababan, berdebat panas dalam program Catatan Demokrasi tvOne soal Perombakan Polri.

Berawal saat pembawa acara program itu menanyakan soal upaya presiden untuk melakukan perombakan besar-besaran terhadap Polri terkait kasus Irjen Ferdy Sambo sebagai momentum emas bagi presiden untuk mengembalikan maruah dari institusi Polri.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan