BBM Subsidi Harusnya Turun, Naik Berarti Jahat kepada Rakyat

  • Bagikan
Ilustrasi SPBU Pertamina

FAJAR.CO.ID -- Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, didampingi Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Mensesneg Pratikno menyampaikan perihal harga BBM.

Harga baru BBM baik subsidi dan non-subsidi disampiakan langsung oleh Menteri ESDM, Arifin Tasrif siang tadi, Sabtu (3/9/2022).

Banyak pihak yang menolak kenaikan harga BBM ini. Namun, pemerintah telah menetapkan wacana tersebut dan direalisasikan hari ini juga.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mardani Ali Sera, ikut mengunggah status di media sosial Tweet perihal kenaikan harga BBM.

Ia berpendapat bahwa BBM subsidi harusnya tidka dinaikkan melainkan diturunkan. Ia menilai kenaikan harga berarti jahat kepada rakyat.

"BBM subsidi harusnya turun, naik berarti jahat kepada rakyat," bunyi unggahan Mardani Ali Sera melalui Twitternya.

"Bukan lagi jahat, Bisa dikatakan itu sebagai penindasan kepada rakyat," komentar akun @Muzakkirjafar.

"Bang knp parpol yg tdk setuju tdk ajak rakyat untuk turun ke jalan sbg mana dulu mrk lakukan. Menunggu komando," tulis akun @Singandaru96. (Elva/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan