Ini 6 Perbedaan Film Miracle in Cell No. 7 Versi Indonesia dan Korea

  • Bagikan
  1. Adaptasi Karakter

Perbedaan film Miracle in Cell No. 7 yang paling mendasar adalah adanya adaptasi karakter. Dalam versi aslinya nama-nama karakter tentu disesuaikan dengan tradisi dalam negeri K-pop. Misalnya karakter utamanya Lee Yong Go dan Ye Sung. Dalam versi Indonesia dua karakter tersebut diadaptasi menjadi Dodo Rozak dan Kartika.

  1. Insiden Terbunuhnya Anak Kecil

Insiden terbunuhnya anak kecil secara garis besar sama. Dia terbunuh akibat kecelakaan terjatuh hingga membentur benda keras mengakibatkan kematian. Dan insiden ini lantas diarahkan sebagai pembunuhan dan pelecehan seksual. Yang berbeda, versi Korea Selatan tokoh disabilitas disebut membunuh menggunakan batu. Sementara versi Indonesia menggunakan kayu.

  1. Profesi Tokoh Utama

Dalam film Miracle in Cell No. 7 versi Korea, karakter atau tokoh utama diceritakan sebagai juru parkir. Sementara dalam film versi Indonesia sang karakter utama yang diperankan Vino G Bastian diceritakan sebagai tukang balon.

  1. Lokasi Rumah Tokoh Utama

Lokasi rumah tokoh utama dalam Miracle in Cell No. 7 versi Korea digambarkan berada di pemukiman sepi penduduk dan rumahnya sempit. Sementara dalam film adaptasi Indonesia rumah tokoh utama berada di lokasi padat penduduk dan berdekatan dengan rel kereta api.

  1. Iklim

Faktor iklim dalam film Miracle in Cell No. 7 menjadi sangat penting bahkan bisa dibilang sebagai kunci dari cerita. Adanya perbedaan iklim antara Indonesia dan Korea, membuat Hanung Bramantyo selaku sutradara harus melakukan beberapa penyesuaian.

  1. Gunakan Hukum Fiktif

Yang juga berbeda antara film Miracle in Cell No. 7 versi Korea Selatan dan Indonesia adalah sistem hukum yang digunakan. Film ini tidak mendasarkan pada sistem hukum yang ada di Indonesia dengan tujuan supaya film ini netral dan tidak menyinggung siapapun.(jpc)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan