Tolak Kenaikan BBM, Aliansi UNM Tuding Pemerintah Sewenang-wenang

  • Bagikan
mahasiswa unm saat unjuk rasa menolak kenaikan bbm

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Tidak terima putusan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Universitas Negeri Makassar (UNM) memblokade Jalan AP. Pettarani, Senin (5/9/2022).

Aliansi UNM dengan tegas menolak keputusan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Dampak yang tidak bisa dibayangkan jika sekiranya pemerintah tidak mengurungkan kenaikan harga BBM.

"Pemerintah saat ini tidak konsekuen dan belum mampu menjalankan roda-roda pemerintahan yang berorientasi terhadap kesejahteraan rakyat," terang Renaldi kepada fajar.co.id (5/9/2022).

Lanjut Renaldi, nilai-nilai Pancasila dan amanat konstitusi yang menempatkan rakyat sebagai subjek kesejahteraan, kini menjadi objek dari kebijakan pemerintah yang sewenang-wenang.

"Hari ini kami hadir untuk memperjuangkan nilai dan amanat konstitusi yang tertuang di dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea keempat, untuk memajukan kesejahteraan umum," lanjut Presiden BEM FMIPA (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) itu.

Bagaimana tidak? Lanjut dia, rakyat yang tengah berusaha mati-matian bangkit memulihkan kondisi perekonomian setelah pandemi, terpaksa dibuat menjerit, tersiksa kembali akibat kelalaian pemerintah yang tidak becus menangani pengolahan dan diatribusi subsidi BBM itu sendiri.

Bukannya fokus memperbaiki persoalan itu, tapi pemerintah justru menebus kesalahan mereka dengan menaikkan harga BBM.

Aliansi UNM tidak bisa memungkiri akan ada lagi aksi selanjutnya jika pemerintah tidak segera manurunkan harga BBM bersubsidi. Karena hal itu tambah menyusahkan hidup rakyat menengah ke bawah. (muhsin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan