Politisi PDIP Sebut Konflik Panglima TNI dan KSAD Sejak Keduanya Dilantik Presiden

  • Bagikan
Panglima TNI dengan KSAD Jenderal Dudung (ist)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Politisi senior PDIP Effendi Simbolon menyebut konflik Panglima TNI dan KSAD sudah hampir setahun atau sejak keduanya dilantik.

Politisi PDIP berdarah Batak ini menyebut konflik Panglima TNI Jenderal Andika dengan KSAD Jenderal Dudung berlangsung sejak keduanya dilantik Presiden atau sudah hampir setahun.

Dudung Abdurrachman dilantik KSAD pada 17 November 2021. Sementara Andika Perkasa dilantik sebagai Panglima TNI pada 15 November 2021. Keduanya berselang dua hari saja.

Baik Panglima TNI maupun KSAD merupakan keputusan Presiden sebagai panglima tertinggi.

Menurut politisi PDIP ini, konflik hubungan Andika dengan Dudung bukan baru terjadi. Effendi menyebut kabar keretakan hubungan antara Panglima TNI dan KSAD ini muncul sejak mereka dilantik presiden.

“Iya dari sejak mereka bersama. Mereka kan dilantiknya bersamaan. Ya sejak itu ya banyak sekali catatan-catatan kita,” kata Effendi menanggapi konflik panglima TNI dan KSAD ini, Selasa (6/9/2022).

Effendi menuturkan Komisi I DPR sedang mencari waktu untuk menggelar rapat dengan Jenderal Andika, Jenderal Dudung, dan Menhan Letjen Purn Prabowo Subianto.

Ia berharap rapat bisa digelar dalam waktu dekat.

“Kita harus lebih dahulukan kepentingan TNI-nya dong. Makanya kita minta Pak Dudung, Pak Andika, Pak Menhan hadir,” ujarnya

Effendi berharap rapat dengan Komisi I DPR yang menghadirkan Dudung, Andika dan Prabowo ini bisa dilangsungkan dalam waktu dekat.

“Ini sedang dicari waktunya, dalam waktu dekat,” kata politisi senior PDIP ini lagi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan