Diawali Bujuk Rayu dan Ancam Beri Nilai Jelek, Pimpinan Yayasan Pendidikan Ini Cabuli Santrinya

  • Bagikan
Setya Anteng Wibowo (32), pimpinan yayasan pendidikan di Kabupaten Banjarnegara sodomi tujuh santrinya. FOTO: Wisnu Indra Kusuma/JPNN.com.

FAJAR.CO.ID, SEMARANG - Setya Anteng Wibowo (32), pimpinan yayasan pendidikan di Kabupaten Banjarnegara melakukan pencabulan sesama jenis terhadap tujuh santrinya.

Warga Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara itu mencabuli santri-santrinya berulang kali di dua tempat sejak November tahun lalu hingga Juli 2022.

"Pelaku melakukan hubungan sesama jenis kepada murid-muridnya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Djuhandani Rahardjo Puro dalam keterangan pers, Rabu (7/9).

Djuhandani mengatakan peristiwa itu terbongkar setelah korban melaporkan kepada seorang guru lain ketika pelaku berada di luar kota.

"Diawali dengan bujuk rayu kemudian mengancam memberi nilai jelek," tuturnya.

Setelah mengancam korbannya, pelaku memulainya dengan meraba, mencium sampai melakukan sodomi terhadap tujuh santri yang masih di bawah umur.

"Lokasinya di dalam kamar rumah pelaku dan di kamar Hotel Purwokerto," ujarnya. Tujuh santri yang menjadi korban kejahatan seksual tersebut yaitu berinisial AGM, MSJA, FNR, NNW, HAG, MABP dan G.

Polisi turut mengamankan barang bukti seperti surat keterangan visum et repertum (VER), pakaian korban dan pelaku, sepeda motor dan handphone milik pelaku.

Sebelumnya, Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto mengatakan pelaku memiliki kelainan seksual dan tertarik melakukan hubungan badan dengan laki-laki.

"Pelaku mengaku nafsu dengan anak laki-laki berkulit putih, bersih, dan berparas ganteng," kata AKBP Hendri.

Pasal 82 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 292 KUHP tentang hubungan sesama jenis dengan orang yang belum dewasa. Pelaku diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara, ditambah sepertiga masa tahanan karena tenaga pendidik. (jpnn)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan