Karyawan Swasta Ikut Perangi Ukraina, Putin Larang Bos Perusahaan Melakukan Pemecatan

  • Bagikan
Presiden Rusia Vladimir Putin meminta para bos perusahaan untuk menjamin pekerjaan karyawan yang secara sukarela ikut berperang di Ukraina. (Kremlin.ru)

FAJAR.CO.ID, MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin meminta para bos perusahaan untuk menjamin pekerjaan karyawan yang secara sukarela ikut berperang di Ukraina. Begitu para karyawan kembali dari perang, Putin meminta agar mereka tidak diberhentikan.

Pasalnya, Rusia tengah kekurangan pasukan dalam invasi berkelanjutan ke Ukraina. Putin berjanji untuk mengatur ketentuan dalam undang-undang agar perusahaan tidak memecat karyawan karena pergi berperang. Sejumlah karyawan saat ini mengambil liburan panjang saat ikut berperang di Ukraina.

Juru bicara Putin Dmitry Peskov mengatakan janji itu dibuat menyusul isu seorang pegawai Kementerian Darurat Rusia ditolak haknya untuk kembali bekerja. Pegawai tersebut ikut berperang melawan Ukraina.

“Putin berjanji kepada karyawan tersebut untuk memberikan instruksi dan memberi perhatian,” kata Peskov.

Anggota parlemen Rusia sebelumnya telah mengangkat masalah retensi pekerjaan, merinci kasus pemecatan karena ketidakhadiran setelah bertugas di Ukraina dengan kontrak tiga bulan dengan Angkatan Bersenjata Rusia.

“Saya menganggap hal itu memang benar untuk merancang amandemen Kode Perburuhan untuk melindungi hak-hak sukarelawan,” tulis Wakil Duma Negara Alexander Khinshtein di aplikasi perpesanan Telegram.

Khinshtein mengklaim Kementerian Pertahanan Rusia telah mendukung proposalnya. Undang-undang harus menjamin hak sukarelawan untuk mempertahankan pekerjaan mereka segera setelah parlemen kembali dari liburan musim panas.

Kremlin telah berusaha untuk meningkatkan lebih banyak orang ke garis depan dengan merekrut tahanan, mengurangi persyaratan pelatihan tempur, menawarkan bonus pendaftaran militer. Cara itu untuk menambah jumlah SDM di militer Rusia. (jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan