SPSI Tuntut Jokowi Mundur Usai Naikkan Harga BBM, Ruhut Sitompul: Kadrun Makin Sakit

  • Bagikan
Ruhut Sitompul. Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul beri ledekan ke Serikat Pekerja Seluruh Indonesia yang minta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur buntut kenaikkan harga BBM.

Ruhut Sitompul melontarkan pendapatnya pada sebuah kicauan lewat akun media sosial Twitter bernama @ruhutsitompul.

Politikus PDI Perjuangan itu terpantau memang aktif dalam memakai platform tersebut untuk menyuarakan sudut pandang pribadinya.

Kini Ruhut Sitompul ikut angkat bicara terhadap aksi massa Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) yang mendesak Jokowi mundur imbas kenaikan harga BBM.

"Kadrun ini minta Pak Joko Widodo Presiden RI mundur ha ha ha makin sakit masuk lagi RS ha ha ha Wassalam," tulis Ruhut Sitompul, 6 September 2022.

Cuitan Ruhut Sitompul mendulang 259 komentar, 27 retweets, dan 229 likes dari warganet sampai berita ini terbit.

Sebelumnya diketahui kenaikan BBM mendapat reaksi keras dari masyarakat, termasuk dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).

SPSI bahkan ikut terjun ke jalan untuk menolak kebijakan pemerintah terhadap kenaikkan harga BBM.

Tak tanggung-tanggung, Koordinator SPSI Guntoro bahkan menuntut Presiden Jokowi mundur dari jabatannya saat ini.

Hal itu ia sampaikan disela-sela aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa 6 September 2022.

“Kalau sudah enggak mampu ya resign aja, dari pada menambah beban rakyat,” kata Guntoro.

Guntoro merasa kenaikkan harga BBM ini bisa menyengsarakan rakyat menengah dan kecil sekaligus berdampak pada bahan pokok yang ikut melejit.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan