Adian Bandingkan Kenaikan BBM Era Jokowi dan SBY, Faizal Assegaf: Udahlah, Saatnya Kembali ke Jalan yang Lurus

  • Bagikan
Faizal Assegaf

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kritikus politik Faizal Assegaf memberikan komentar terkait pernyataan mantan aktivis 98 Adian Napitupulu soal kenaikkan harga BBM bersubsidi.

Faizal meminta Adian untuk kembali ke jalan yang lurus.

"Udahlah sahabatku Adian, saatnya kembali ke jalan yang lurus, ga elok merusak nurani sebagai aktivis 98 untuk membela rezim busuk," ucap Faizal dilansir fajar.co.id dari twitter pribadinya, Kamis (8/9/2022).

Ia menyebut saat ini sudah cukup masyarakat Indonesia tertipu dengan modus kebohongan.

"Sudah cukup rakyat ditipu dengan segala modus kebohongan. Saatnya seluruh aktivis 98 bersatu dukung demo mahasiswa yg membela rakyat menolak kenaikan harga BBM," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, politikus PDIP Adian Napitupulu memaparkan total kenaikan harga BBM di era SBY dan Jokowi.

Menurut Adian, di era SBY, total kenaikan harga BBM (Premium) Rp4.690.

Sedangkan di era Jokowi total kenaikan BBM jenis Premium atau Pertalite Rp3.500.

Tak hanya itu, ia juga memaparkan upah minimum suatu daerah saat SBY menjabat dan Jokowi menjabat.

Adian yang juga anggota Komisi VII DPR RI, mencontohkan upah minimum di DKI saat di era SBY dan Jokowi.

Menurutnya, di era SBY upah minimum di DKI Rp2,2 juta untuk tahun 2013.

Dengan BBM harga 6.500 per liter, maka upah satu bulan hanya dapat 338 liter per bulan.

Di era Jokowi, hari ini BBM Rp 10 ribu, tapi upah minimum Rp 4,641 juta per bulan. (zak/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan