Relawan Anies Berharap KPK Tidak Menjadi Alat politik Bagi Penguasa dan Oligarki

  • Bagikan
Ketua Umum Jaringan Nasional Mileanies24 Muhammad Ramli Rahim bersama Anies Baswedan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn), Muhammad Ramli Rahim berharap, KPK tidak menjadi alat politik bagi penguasa dan oligarki.

Ia mengatakan Formula E terus dipersoalkan meskipun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menyatakan penyelenggaraan balap mobil listrik Formula E Jakarta layak untuk dilaksanakan.

"Nah, setelah hampir lima tahun tak ada yang bisa dipersoalkan dari Anies Rasyid Baswedan meskipun terus menerus dicari kesalahannya. Anies diarahkan ke Formula E, sebuah event yang sukses luar biasa dan mengharumkan nama Indonesia dikancah Internasional," kata Ramli di Makassar, Kamis (8/9/2022).

"Tentu kita berharap, KPK tidak menjadi alat politik bagi penguasa dan oligarki," sambungnya.

Setidaknya, lanjut Ramli, Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (Iress) Marwan Batubara mengatakan KPK sudah menjadi alat politik penguasa dalam pemanggilan Anies.

Mantan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, bahkan bicara dugaan politisasi dan permufakatan jahat untuk mengkriminalisasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di balik pengusutan dugaan korupsi di penyelenggaraan Formula E oleh KPK.

"Alhamdulillah, Setelah menjalani 11 jam Pemeriksaan KPK Terkait Formula E yang telah berlangsung sukses luar biasa dan mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional, Anies Rasyid Baswedan malah merasa senang," tutur Ramli.

Menurutnya, Anies senang membantu KPK memperjelas segala hal yang masih belum jelas bagi KPK terkait Formula E.

Apakah itu semua juga bagian dari alat politik penguasa dan oligarki?

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan