Ruhut Sitompul Lontarkan Sindiran Keras ke Effendi Simbolon, Nicho Silalahi: Biarkan aja Mereka Saling Bantai

  • Bagikan
Ruhut Sitompul dan Effendi Simbolon

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Politisi PDIP Ruhut Sitompul terus memberikan lontarkan sindiran keras kepada rekan sesama partainya Effendi Simbolon.

Pegiat media sosial Nicho Silalahi turut mengomentari pernyataan keduanya.

“Woi jangan ada yang pisahin, biarkan aja mereka saling bantai,” tulis Nicho Silalahi dalam akun twitternya, Kamis, (8/9/2022).

Nicho Silalahi justru membela Effendi Simbolon ketimbang Ruhut Sitompul.

Menurutnya, lebih baik gagal menjadi menteri ketimbang gagal jadi Bapak yang ditudingkan kepada Ruhut.

“Kalau menurut aku sih lebih baik gagal jadi Mentri ketimbang gagal jadi bapak yang tega menelantarkan anak sendiri, seperti itu pendapat ku bang @ruhutsitompul,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ruhut menyindir Effendi yang gagal jadi Menteri di era Presiden Joko Widodo langsung jadi kadrun.

“Beginilah kalau seorang ambisius cita2nya jadi Mantri eh Menteri gagal langsung jadi kadrun ha ha ha MERDEKA🤟👍🙏🇮🇩,” ujarnya melalui akun twitternya.

“Ha ha ha seorang ambisius yg cita2nya gagal jadi Mantri eh Menteri Presiden RI ke 7 Bpk Joko Widiodo nggak ada malu2nya karena tdk punya rasa malu langsung jadi kadrun MERDEKA,” lanjutnya.

Sehari sebelumnya dia juga menyindir Anggota DPR RI ini sedang frustasi.

“Ha ha ha beginilah model manusia yg gagal karena mau jadi Menteri Pak Joko Widodo Presiden RI yg dicintai Rakyatnya jadinya Frustasi berat memalukan tolong sesama Bus Kota dilarang saling mendahului MERDEKA,” tuturnya.

Sebelumnya, dalam video yang beredar dan ikut dibagikan di akun Ruhut, Effendi menyebut bagaimana Indonesia mau maju. Jika danau Toba saja dibuat super destinasi.

Dia membandingkannya dengan masa orde baru. Dimana pemerintah saat itu verdas karena setiap tahunnya daerah-daerah yang berbasis budaya diberi jalur terbang langsung.

“Aeperti Korea Selatan, begitu pandainya mereka mensiasati, mereka menjual mode-mode K-Pop gitu, itu 5,7 sampai 7 persen loh kontribusi mereka terhadap pendapatan negaranya. Hanya menjual entertainment, apakah kita tidak bisa menggali hal-hal seperti itu. Apakah satu-satunya cara untuk membangun bangsa ini hanya investasi. Investasi asing yang notabene banyak sekali merugikan kita,” beber Efendi.

Lanjut dia menyebut pidato presiden atau perdana menteri Korea yang lantang dengan berbasis teknologi yang berkelas dunia.

“Adakah presiden kita, Jokowi berbicara kelas dunia juga, yang kita produksi, yang kita joinkan sama Korea kan nggak ada. Bagaimana kita menjadi bangsa yang seperti yang diharapkan oleh para founding father kita,” ujarnya.

“Jujur saja, saya yang menjelang umur 60, saya justru prihatin Indonesia semakin mengalami kemunduran. Saya kalau ditanya lima tahun terakhir proyek apa yang besar. Hampir nggak ada kok. Yang mana yang digunting pita oleh presiden kita, nggak ada. Oh jalan tol, itu APBN. Oh Jembatan, itu APBN, Oh Bendungan itu APBN,” tandasnya. (selfi/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan