Soal Naiknya BBM Bersubsidi, Ruhut Sitompul: Kenaikan BBM Pahit Tapi Bisa Jadi Obat

  • Bagikan
Ruhut Sitompul. Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Sejak ditetapkannya harga baru BBM bersubsidi pada 3 September lalu. Gelombang penolakan terus telihat di titik-titik strategis perkotaan. Hal itu bisa dilihat dari 5 hari belakangan ini. Teriakan penolakan terus bergema dari berbagai aliansi.

Satu suara, satu rintihan. Berteriak secara serentak demi menggugat keadilan. Dampak dari kenaikan BBM sebagaimana diketahui, akan merangsang harga-harga bahan pokok lainnya.

Politikus kawakan, Ruhut Sitompul yang belakangan ini mendukung kenaikan harga BBM bersubsidi, memberikan kata mutiaranya kepada masyarakat yang merasa tidak terima dengan putusan pemerintah.

"Rakyat Indonesia tercinta merasakan kenaikan BBM itu pahit tapi bisa menjadi obat," ujar Ruhut dikutip dari unggahan twitternya, @ruhutsitompul (8/8/2022).

Ruhut melihat naiknya harga BBM bisa menjadi obat. Jika kopi sebagai obat yang bisa menghilangkan rasa mengantuk. Maka harga baru BBM bersubidi menjadi obat bagi negara yang sedang sakit.

Ruhut kemudian meminta untuk tetap bersabar. Menurutnya, apa yang dilakukan pemerintah saat ini adalah yang terbaik. Demi kesehatan negara Indonesia.

"tolong sabar ya ini utk kesehatan Negara Indonesia Pak Joko Widodo sebagai Presiden sudah Bekerja Keras sudah benar apalagi PKS teriak2 tdk setuju MERDEKA," pungkasnya.

(Muhsin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan