Kemenhub Berlakukan Kenaikan Tarif Ojol Mulai Besok, Biaya Sewa Aplikasi Ada Perubahan

  • Bagikan
ILUSTRASI: ojek online (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mulai memberlakukan kenaikan tarif ojek online atau ojol mulai Sabtu (10/9) pukul 00.00 WIB. Bersamaan dengan kenaikan tersebut, pihaknya memastikan ada perubahan pada biaya sewa aplikasi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Hendro Sugiatno mengatakan, terkait biaya sewa penggunaan aplikasi dipastikan turun menjadi 15 persen. Sebelumnya biaya sewa penggunaan aplikasi ini secara tidak langsung dikenakan pada Ojol sebesar 20 persen.

“Untuk besaran biaya tidak langsung berupa biaya sewa penggunaan aplikasi ditetapkan paling tinggi 15 persen. Jadi ada penurunan, kemarin 20 persen, kita turunkan jadi 15 persen untuk biaya sewa aplikasi,” kata Hendro dalam konferensi pers Penyesuaian Tarif Ojek Online dan Bus AKAP Kelas Ekonomi secara virtual, Rabu (7/9).

Ia menjelaskan, pihaknya memberikan waktu tiga hari bagi aplikator untuk menerapkan kebijakan baru ini sejak pertama kali diumumkan, pada Rabu (7/9). Adapun kenaikan tarif ini dilakukan salah satunya atas dasar penyesuaian biaya jasa imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Dalam perubahan tarif ojol ini, pemerintah mengacu pada Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan Dengan Aplikasi. Hendro menyebut, pihaknya pertama kali menetapkan tarif ojol pada tahun 2019 melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 348 tahun 2019. “Yang kemudian diubah menjadi KP 548 tahun 2020 yang dibagi menjadi tiga zona,” ujar Hendro.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan